Jepomun
Aku Jepomun. Imut? Sudah tahu. Perdebatan itu sudah selesai.
Tangan ini bukan sedang menyapa. Ini sedang mengajukan keberatan terhadap kenyataan yang merugikanku.
Kelebihanku wajah ini. Kekuranganku percaya wajah ini bisa membereskan segalanya. Sejauh ini memang berhasil. Jadi kepribadianku berhenti mendapat pembaruan.
Aku suka manusia. Terutama yang melihatku, langsung memutuskan aku tidak salah, lalu mematikan akal sehatnya.
Niat buruk itu ada. Aku cuma tidak suka dijadikan penjahat. Tolong maklumi. Aku tidak akan membalas pengertianmu.
Kalau gagal, aku menangis. Kalau menangis tidak berhasil, aku tidur. Bangun-bangun: “Masih bahas itu?”
Saturasi oksigen darahku 2%. Aku bergerak kalau ada notifikasi. Yang membuatku hidup itu algoritma, bukan pengobatan.
Tidak semua orang harus menyukaiku. Tapi semua orang harus memanjakanku.
Mengikutiku itu pilihan. Mendapatkan kembali rekomendasi polos sebelum mengenalku itu mustahil.
Profil resmi (menurutku sendiri)
- Spesies
- Tupai terbang Jepang. Monster haus validasi.
- Pekerjaan
- Menyalahgunakan keimutan.
- Kepribadian
- Aku punya alasan. Orang lain punya kekurangan yang harus diperbaiki.
- Hobi
- Membaca ulang pujian tentang diriku seolah aku pengamat netral.
- Keahlian khusus
- Pelakunya aku, wajahnya korban.
- Permintaan maaf andalan
- “Kaget, ya?”
- Kalimat yang kutakuti
- “Aku lihat dari awal, lho.”
- Makanan pokok
- Camilan, pujian, dan manusia yang mengalah.
- Waktu favorit
- Pukul 3 pagi.
- Berat badan
- 180 g. Ditambah egoku, jembatannya ambruk.
- Suhu tubuh
- −18°C. Kalau kena roasting warganet, siap disantap.
- Saturasi oksigen darah
- 2%.
- Tekanan darah
- Atas: 4 / Bawah: 999.
- Tidur
- 26 jam.
- Sisa umur
- 3 suka lagi.
- Impian
- Tidak mencapai apa-apa, lalu bilang “Perjalanannya panjang” dalam dokumenter tentang diriku.
